kala mentari mulai menyapa
kuayunkan langkah satu demi satu.
SUKA......
DUKA......
Berpacu dengan sang waktu
kini tinggal penantian yang aku tunggu.
oh.....Tuhan sanggupkah aku mengatakan pada angin malam..
yang menusuk kalbuku begitu perih dan nyeri..
hingga sekeping dada ini slalu menolak bila ada sang gadis singgah.
By : Deni Nugraha/D'Roemba
No comments:
Post a Comment